TIDAK bisa dipungkiri penyakit kanker masih menjadi salah satu momok paling menakutkan bagi setiap orang. Bukan hanya dikenal sebagai penyakit ganas dan mematikan, namun juga penyakit yang perawatannya membutuhkan biaya tinggi.
Mahalnya pengobatan pasien kanker ini sendiri, tak dibantah oleh dr. R Soeko Werdi Nindito D, MARS, Direktur Utama Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais
Tak tanggung-tanggung, dr. Soeko mengungkap, satu orang pasien kanker bisa menghabisi miliaran rupiah.
“Kalau ditanya biayanya, ya bisa ratusan juta bahkan miliaran untuk satu pasien. Apalagi kalau (perawatannya) menggunakan alat medis yang canggih,” ujar dr. Soeko dalam acara Peresmian Tahapan Kemitraan Strategis Untuk Tingkatkan Hasil Penanganan Kanker di Indonesia di Jakarta, Rabu (2/11/2022).
(Foto: MPI/ Kevi)
Apalagi, biasanya dari kasus yang ada, ditemukan pasien datang sudah memasuki stadium lanjut. Artinya, dengan kondisi yang sudah lebih parah tersebut, maka otomatis menuntut biaya pengobatan yang tinggi, padahal angka hidupnya lebih rendah.
“Jika sudah stadium lanjut, mau alat apa pun, tetap saja hasilnya kurang memuaskan. Angka harapan hidupnya tidak tinggi dan biayanya juga cukup tinggi,” terangnya.
Terkait pembiayaan pengobatan pasien kanker di Indonesia, dr. Soeko menegaskan sampai sekarang masih dalam tahap pembahasan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) karena pembiayaan untuk pengobatan kanker di Indonesia, termasuk dalam program transformasi kesehatan.
Sekadar informasi, penyakit kanker masih menjadi satu dari tiga penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi dan tingkat kematian tertinggi, selain penyakit jantung dan stroke.
Berdasarkan data Globocan pada tahun 2020, di Indonesia ada 396.914 kasus kanker baru dengan 234.511 kematian akibat kanker.
BACA JUGA:Suku Baduy Kuat Jalan Kaki, Mau Tahu Rahasianya?
BACA JUGA:Bukan Skuamosa Karsinoma, Mendiang Istri Drummer NOAH Ternyata Idap Kanker Neuroendokrin
(Rizky Pradita Ananda)