DINAS Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng mencatat terdapat 389 warga yang terjangkit Leptospirosis selama 2022. Dari angka tersebut, sebanyak 55 di antaranya meninggal dunia.
Nah, Leptospirosis ini penyakit yang dikaitkan dengan tikus. Lalu bagaimana cara mencegah Leptospirosis?
Salah satu penyakit dari tikus adalah leptospirosis. Di musim hujan, kasus leptospirosis akan meningkat karena banyaknya genangan air yang bisa menjadi media penyebar penyakit. Terlebih tikus suka buang air sembarangan.

Berdasarkan informasi dari WebMD, penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini hidup di ginjal tikus. Bakteri dapat terbawa keluar melalui urine tikus yang tercampur di tanah maupun air. Bila masuk ke tubuh manusia, bakteri ini dapat menginfeksi.
Dalam kebanyakan kasus, leptospirosis menyebabkan flu selama seminggu. Tapi pada kasus yang lebih parah, penyakit akan membaik dan kemudian kambuh lagi. Kondisi ini disebut penyakit Weil yang membuat nyeri dada serta lengan dan kaki bengkak sehingga untuk penyembuhannya pasien membutuhkan rawat inap. Bahkan penyakit ini dapat menyebabkan gagal ginjal, meningitis, masalah paru-paru, dan merusak organ tubuh.
Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejala dan cara pencegahan leptospirosis. Gejala penyakit ini meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, kulit dan mata menguning, muntah, diare, serta ruam kulit.
Untuk menentukan seseorang terserang penyakit ini atau tidak, biasanya dibutuhkan tes darah sebab gejalanya hampir mirip dengan penyakit lain.
Sementara itu, beberapa langkah untuk mencegah penyakit ini antara lain: