Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Sebut Risiko Penularan Hantavirus di Ruang Terbuka Rendah, Beda dengan Kasus Kapal Pesiar MV Hondius

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 09 Mei 2026 |20:05 WIB
Ahli Sebut Risiko Penularan Hantavirus di Ruang Terbuka Rendah, Beda dengan Kasus Kapal Pesiar MV Hondius
Virus hanta berasal dari hewan pengerat. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengungkapkan bahwa penyebaran virus Hanta atau Hantavirus tidak terlalu berisiko jika terjadi di tempat atau lokasi terbuka seperti di lingkungan masyarakat. Hal ini berbeda dengan kasus di kapal MV Hondius.

Penyebabnya, tingkat penularan yang minim serta kemungkinan sembuh dari gejala-gejala virus tersebut. Bahkan, gejala yang dirasakan bisa diobati dengan cara normal. Meskipun virus tersebut tidak bisa dihilangkan, gejala-gejala yang terasa bisa disembuhkan secara mandiri.

Kemenkes Konfirmasi 2 Suspek Virus Hanta di Indonesia

“Kalau orang itu enggak cukup bagus imunitasnya, kemungkinan dia akan mengalami gejala seperti flu, gitu. Tapi pada umumnya sih enggak berat, jadi bisa sembuh sendiri. Nah kalau virusnya nggak, nggak bisa diobati karena antivirus itu enggak ada. Jadi istirahat, perbaikan umum, kalau panas diobati panasnya,” kata Pandu saat dihubungi Okezone, Jumat (8/5/2026).

1. Tidak Terlalu Berisiko

Maka dari itu, Pandu menjelaskan bahwa penularan virus Hanta dari tikus kepada manusia di lingkungan yang lebih terbuka tidak terlalu berisiko. Berbeda dengan kondisi kasus Hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Tanjung Verde baru-baru ini.

“Nah, kejadian di kapal itu kan area yang sangat tertutup. Kalau di kehidupan kita kan terbuka, lebih tidak berisiko,” ujar Pandu.

“Kalau di kapal seperti itu selama berhari-hari, bisa banyak yang kena dalam satu kapal itu. Sehingga terjadi kayak outbreak (wabah atau kejadian luar biasa),” jelas dia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement