GANGGUAN ginjal akut misterius pada anak di Indonesia, kasusnya terus bertambah. Bahkan bali sudah mencatat terdapat 17 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak.
Makin bertambahnya kasus dan sebaran lokasi kasus, gejala dari gangguan ginjal akut pada anak harus jadi perhatian bagi para orang tua.

Salah satu contohnya, terpantau dari intensitas dan volume air seni si kecil. Jika anak mengalami masalah buang air kecil, misalnya tak pipis seharian atau air seninya hanya sedikit, diungkap Yanti Herman, Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI untuk segera membawa anak ke rumah sakit.
"Kalau si anak air kencingnya sedikit atau bahkan sama sekali enggak pipis, maka orangtua harus bawa anaknya ke rumah sakit," ujar Yanti Herman, dalam konferensi pers virtual.
BACA JUGA:Puluhan Anak Meninggal karena Gangguan Ginjal Akut, Potret Buruknya Sistem Kesehatan Indonesia?
Gejala tersebut, sambung Yanti, bisa jadi salah satu indikator anak punya masalah di dalam tubuhnya dan ada kemungkinan si anak mengalami gangguan ginjal akut.
Para orangtua juga harus memahami gejala dari gangguan ginjal akut misterius ini. Apa saja?
1. Anak demam
2. Diare atau muntah
3. Pilek atau batuk
Kemudian gejala lanjutan dari gangguan ginjal akut misterius pada anak terdapat empat, antara lain,
4. Jumlah urin dan frekuensi buang air kecil (BAK) berkurang
5. Badan anak membengkak
6. Anak kehilangan kesadaran atau mengalami penurunan kesadaran
7. Anak mengalami sesak nafas
Jika anak mengalami hal tersebut, maka segera larikan ke dokter untuk mendapat bantuan medis.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.