KOPI sudah dipercaya sejak lama baik untuk kesehatan. Namun, konsumsi berlebihan atau variasi mengolah kopi yang makin beragam membuat konsumsi kopi perlu diatur demi kebaikan tubuh.
Ya, tak bisa dipungkiri saat ini orang-orang banyak minum kopi tapi dicampur dengan susu, creamer, gula, sirup aneka rasa. Penambahan tersebut ternyata berdampak pada kualitas kopi itu sendiri.

"Kopi itu sebetulnya masuk dalam kategori minuman sehat, tapi ada syaratnya. Disajikan dengan benar, porsinya harus sesuai masing-masing individu, dan diminum oleh orang yang tepat," ujar Ahli Gizi dr Dedyanto Henky Saputra.
Kopi masuk dalam kategori minuman sehat karena mengandung sejumlah zat baik, tapi yang paling utama adalah polifenol. Zat ini adalah antioksidan dengan efek proteksi terhadap sel dari kerusakan karena radikal bebas.
"Asam glukoronat yang merupakan polifenol juga dipercaya dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menurunkan risiko diabetes melitus," ungkapnya.
Lebih lanjut, kopi juga kaya akan kandungan magnesium yang penting untuk kontraksi otot, termasuk otot jantung. Lalu, kopi juga dapat menjaga kinerja hormon insulin yang dapat menjaga kesehatan gula darah dan mencegah risiko penyakit jantung.
Nah, bagaimana saran konsumsi kopi yang aman untuk jantung?
Dokter Dedy menyarankan agar menyeduh kopi dengan air panas, tanpa menambahkan gula, krimer, sirup aneka rasa, maupun susu kental manis (SKM). Sebab, campuran itu justri menurunkan khasiat kopi, yakni mengurangi jumlah antioksidan yang diserap tubuh dan akan menambah bobot kalori.
"Dengan menambahkan gula, krimer, sirup, atau juga SKM malah menjadi bumerang untuk orang-orang yang memiliki berat badan berlebih, obesitas, atau orang dengan diabetes melitus," terang Dokter Dedy.
Selain jangan menambah campuran apapun, porsi minum kopi juga perlu diperhatikan. Berdasarkan rekomendasi, dalam satu hari sebaiknya tidak lebih dari 400 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi.
BACA JUGA: 6 Tips Ampuh Atasi Susah Tidur Usai Minum Kopi
"Ingat, cangkir bukan gelas. Takaran gelas itu lebih banyak dari cangkir, sedangkan sarannya adalah cangkir. Ini yang harus dipahami," kata Dokter Dedy.
Ia menegaskan bahwa takaran tersebut tidak bisa digeneralisasikan sebetulnya, karena tiap manusia itu berbeda-beda kondisi tubuhnya.
"Bisa saja Anda aman minum 3 cangkir per hari, tapi orang lain belum tentu, malah jumlah takaran segitu bisa menaikkan tekanan darahnya atau malah meningkatkan risiko serangan jantung," ujar Dokter Dedy yang juga Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk.
"Diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk tahu berapa takaran aman Anda minum kopi. Pemeriksaan genetik bisa menjadi solusinya, dari sana Anda akan tahu risiko penyakit, bagaimana metabolisme tubuh Anda, hingga seperti apa kemampuan tubuh Anda mengelola senyawa yang ada dalam makanan atau minuman, termasuk kopi yang kaya akan kafein," sarannya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.