Oleh karena itu, dia menyarankan orang-orang untuk mengetahui profil kulit masing-masing karena setiap orang memiliki kebutuhan kulit berbeda, begitu juga dengan penanganannya.
"Kalau kulitnya aman, tidak bermasalah, dan microbiome-nya seimbang, cukup dengan nutrisi atau cukup menggunakan skincare yang menjaga keseimbangan microbiome kulit," kata Sulistyaningrum.
Dalam kesempatan itu, Brand Manager Nusantics Skin, Ilma Nakya menuturkan kulit berjerawat akibat didominasi oleh jamur biasanya memiliki karakter jerawat kecil atau beruntusan). Dia mengatakan, solusi mengatasi masalah ini berbeda dengan kulit berjerawat akibat didominasi bakteri.
Co-Founder dan CEO Nusantics, Sharlini Eriza Putri menambahkan, keseimbangan microbiome sangat penting bagi imunitas tubuh. Namun, gaya hidup tak sehat dapat merusaknya. Menurut dia, menerjemahkan pentingnya microbiome ke dalam sebuah lifestyle brand akan membuat microbiome yang selama ini tak berharga menjadi berharga.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.