Saat terpapar sinar matahari, melanosit akan merangsang produksi melanin untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Lantaran 'terlalu bekerja keras' melanosit justru memunculkan bercak-bercak coklat atau keabuan di pipi, hidung, dahi, atau bibir.
Sejatinya, melasma tidak berbahaya, namun memengaruhi penampilan seseorang. Saat wajah terdapat banyak melasma, maka warna kulit terlihat tidak merata.
Bagi sebagian orang, melasma akan hilang dengan sendirinya. Kondisi ini biasanya terjadi saat melasma disebabkan oleh kehamilan atau pil KB.
Terdapat krim yang umum diresepkan oleh dokter untuk mencerahkan kulit. Dokter juga mungkin meresepkan steroid topikal untuk membantu meringankan area yang terkena.
Jika krim yang diresepkan tidak berhasil, pengelupasan kimia, dermabrasi, dan mikrodermabrasi adalah pilihan yang memungkinkan. Perawatan ini menghilangkan lapisan atas kulit dan membantu meringankan bercak gelap.
Namun, prosedur ini tidak menjamin bahwa melasma tidak akan kembali, dan beberapa kasus melasma tidak dapat diringankan sepenuhnya. Oleh sebab itu, sebisa mungkin meminimalkan paparan sinar matahari dengan memakai tabir surya setiap hari.
(RIN)
(Rani Hardjanti)