6 JENIS batuk yang bisa jadi gejala penyakit jantung yang banyak tak disadari. Batuk adalah kondisi tubuh yang melibatkan refleks tidak disengaja saat tubuh mencoba untuk menghilangkan iritasi. Batuk juga bisa menjadi gejala penyakit atau karena penyumbatan di jalan napas.
Karena termasuk kondisi yang umum dialami, batuk kerap kali diremehkan dan dianggap sepele sebab dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan intensif. Namun, perlu diperhatikan, terdapat beberapa jenis batuk yang ternyata bisa menjadi tanda suatu penyakit berbahaya, salah satunya penyakit jantung.
Lantas, apa saja jenis batuk yang bisa jadi gejala penyakit jantung? Untuk mengetahui, simak ulasan okezone berikut ini.
6 Jenis Batuk yang Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung
Melansir dari BestLife, menurut Eva Shelton, MD, seorang dokter penyakit dalam di Brigham and Women's Hospital ketika gagal jantung sisi kiri terjadi, darah dan cairan yang dikandung jantung akan kembali ke paru-paru dan mengakibatkan sesak napas dan batuk.

1. Jenis batuk basah
Ketika darah kembali ke paru-paru disebabkan oleh gagal jantung, cairan yang bocor menurut Shelton, membuat paru-paru terasa seperti tenggelam. Lantaran ingin mengeluarkan air dan mengalami iritasi, respon alaminya adalah batuk. Umumnya batuk ini terdengar 'basah' seperti ada air dengan disertai dahak.
2. Jenis batuk kering
Selain batuk basah, batuk kering dan mengi juga bisa menjadi gejala yang mengindikasikan penyakit jantung. Shelton menyebut jika kondisi ini dikenal sebagai asma jantung.
3. Batuk disertai lendir merah muda
Menurut American Heart Association, jika batuk menghasilkan lendir berdarah atau merah muda yang bisa menjadi gejala gagal jantung. Kondisi ini terjadi ketika jantung tidak dapat mengikuti suplai darah, yang kemudian mencadangkan di pembuluh yang mentransfer darah dari paru-paru ke jantung.
BACA JUGA: Warning! 8 Gejala Terinfeksi Virus Langya, Salah Satunya Batuk
4. Batuk yang mengganggu tidur
Ketika paru-paru dipengaruhi oleh penumpukan cairan dan batuk yang dihasilkan dapat mengganggu di malam hari, ini mungkin paroxysmal nocturnal dyspnea (PND). PND ditandai dengan terbangun saat tidur dengan sesak napas yang parah, terengah-engah, batuk, dan merasa perlu untuk duduk, berdiri, dan/atau membuka jendela untuk menghirup udara yang dapat membantu memperbaiki pernapasan selama beberapa menit.