Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada! Satu Dekade Terakhir, Makanan dan Minuman 36 Persen Jadi Lebih Manis

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 05 Agustus 2022 |09:00 WIB
Waspada! Satu Dekade Terakhir, Makanan dan Minuman 36 Persen Jadi Lebih Manis
makanan manis, (Foto: Freepik)
A
A
A

Para peneliti melakukan penelitian tersebut dengan menggunakan data penjualan pasar dari seluruh dunia. Dari sini bisa dilacak jumlah gula tambahan dan pemanis non-gizi yang dijual dalam makanan dan minuman kemasan dari tahun 2007 hingga 2019.

Hasilnya, tim peneliti menemukan volume pemanis non-nutrisi per orang dalam minuman sekarang 36 persen lebih tinggi secara global. sementara gula yang ditambahkan dalam makanan kemasan, 9 persen lebih tinggi.

Disebutkan lebih lanjut, es krim dan biskuit manis adalah kategori makanan yang volume pemanisnya tumbuh paling pesat. Meningkatnya penggunaan gula tambahan dan pemanis lainnya selama satu dekade terakhir ini, mengartikan secara keseluruhan pasokan makanan kemasan di pasaran yang notabene kita konsumsi memang semakin manis.

Selain memang dapat membahayakan kesehatan, pemanis non-nutrisi tertentu dianggap sebagai kontaminan lingkungan dan tidak dapat dihilangkan secara efektif dari air limbah.

Sebagai upaya untuk mengurangi bahaya kesehatan dari asupan gula tambahan yang tinggi, memang sejauh ini banyak negara telah bertindak untuk membatasi penggunaan dan konsumsi gula di masyarakat. Contohnya retribusi gula, kampanye pendidikan, pembatasan iklan, dan pelabelan adalah sebagian di antaranya. Namun sayangnya memang belum efektif.

 BACA JUGA:TikTokers Pakai Pewarna Makanan sebagai Lipstik, Aman atau Bahaya?

BACA JUGA:Bolehkah si Kecil Konsumsi Minuman Kemasan Dingin?

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement