MAKANAN dan minuman manis, tidak dipungkiri memang jadi favorit banyak orang. Tidak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Apalagi saat ini, seiring perkembangan pesat dunia kuliner, ragam makanan dan minuman manis sangat mudah ditemukan.
Namun, di balik kelezatan makanan dan minuman manis ini, ada bahaya kesehatan yang mengintai. Bahaya makanan dan minuman manis sendiri berkaitan dengan obesitas, diabetes tipe 2, serta kerusakan gigi.
Terlebih saat ini para produsen makanan atau minuman, biasanya menggunakan pemanis non-nutrisi untuk berbagai produk yang dibuat. Pemanis ini mengandung sedikit atau tanpa kilojoule dan termasuk pemanis buatan, seperti aspartam, dan yang berasal dari sumber alami, seperti stevia.
Sejatinya, makanan dan minuman manis harus diperhatikan jumlah asupannya. Apalagi saat ini, menurut studi penelitian terbaru ternyata makanan dan minuman menjadi semakin bertambah manis.
Penelitian tersebut, memperlihatkan jumlah gula tambahan dan pemanis non-nutrisi dalam makanan dan minuman kemasan telah meningkat pesat selama satu dekade terakhir. Terutama di negara-negara berpenghasilan menengah, seperti India serta di Asia Pasifik, termasuk Australia, mengutip Science Alert, Jumat (5/8/2022).