Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekhawatiran Konsumsi Gula Berlebih pada Anak Dorong Tren Roti Berpemanis Alternatif

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |22:38 WIB
Kekhawatiran Konsumsi Gula Berlebih pada Anak Dorong Tren Roti Berpemanis Alternatif
Foto: Firstwish Bakery
A
A
A

JAKARTA - Kekhawatiran terhadap konsumsi gula berlebih, khususnya pada anak, semakin menjadi perhatian di kalangan masyarakat perkotaan. Pola makan tinggi gula kerap dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan seperti obesitas hingga gangguan metabolik, sehingga mendorong orang tua untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian keluarga.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang berlebihan pada anak dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan masalah kesehatan jangka panjang. 

World Health Organization merekomendasikan agar asupan gula tambahan dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian, bahkan idealnya di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan tambahan. 
Sementara itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open menemukan adanya korelasi antara konsumsi gula tinggi dengan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik pada usia muda.

Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, produk makanan dengan kandungan gula yang lebih terkontrol mulai banyak diminati. Roti sebagai salah satu makanan yang umum dikonsumsi sehari-hari pun mengalami penyesuaian, baik dari sisi bahan baku maupun komposisi pemanis. 

Penggunaan pemanis alternatif seperti Stevia menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada gula pasir, tanpa sepenuhnya menghilangkan rasa manis.

Penelitian lain menunjukkan bahwa stevia, yang berasal dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana, tidak mengandung kalori dan memiliki indeks glikemik nol, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah seperti gula biasa. 

Beberapa studi juga menyebutkan bahwa penggunaan stevia dalam jumlah wajar dinilai aman oleh badan pengawas pangan internasional, meskipun konsumsi tetap perlu diperhatikan sesuai batas harian yang direkomendasikan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement