Rencana kebijakan cukai MBDK ini ternyata direspons baik oleh kalangan medis, seperti dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Sebagai dokter, mereka sepakat bahwa dengan membatasi asupan gula, bisa jadi upaya mencegah seseorang mengalami masalah kesehatan di kemudian hari.
Disampaikan dr Ario Kuncoro, SpJP, upaya menambahkan biaya cukai pada MBDK ini adalah langkah besar dan merupakan langkah awal untuk meningkatkan preventif penyakit jantung dan pembuluh darah.
"Terlebih, jika mengacu pada kasus jantung dan pembuluh darah di Indonesia, beban biaya yang ditanggung oleh negara akan penyakit ini sangat besar. Jadi, jika upaya preventifnya dimaksimalkan, maka kasusnya pun akan sedikit, sehingga beban biaya pun akan berkurang," kata dr.Ario.
(Foto: CISDI)
Ia melanjutkan, memang ada kaitan yang cukup berarti antara lemak berlebih akibat konsumsi gula yang tidak terkontrol dengan masalah pada tekanan darah.
"70 persen kasus hipertensi pada laki-laki dan 60 persen hipertensi pada perempuan itu berhubungan dengan penumpukan jaringan lemak yang berlebihan. Dengan begitu, jika kebijakan cukai MBDK ini diberlakukan, itu artinya kita semua mengarah ke sisi yang lebih baik, yaitu upaya preventif yang dimaksimalkan," tambahnya.