Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan kain songket Palembang yang juga kerap digunakan saat acara pernikahan. Beda kain songket Minang dengan kain songket Palembang adalah pada motifnya. Jenis motif pada songket Palembang antara lain songket bunga dan songket lepus.
Kain songket Palembang cenderung menggunakan unsur warna emas dan warna merah pada kainnya. Jenis motifnya pun terdiri dari kumpulan motif kecil yang rapat-rapat. Sementara itu, kain songket Minang, meskipun juga kerap menggunakan unsur warna emas dan warna merah, motif geometris seperti garis-garis panjang dan persegi lancip lebih sering digunakan.
3. Kain Tapis
Kain ini berasal dari daerah Lampung. Penggunaan warna emas juga menjadi ciri khas kain tapis Lampung, yang sekaligus mengesankan kain yang mewah. Kain tapis Lampung terkadang mudah dikenali karena sebagian kainnya memiliki ciri motif khas kotak-kotak.
Selain itu, karena menggunakan bahan benang emas dan proses pembuatannya yang cukup rumit, kain tapis dikenal memiliki harga yang mahal hingga jutaan rupiah. Ini jugalah yang membuat kain tapis Lampung hanya digunakan pada perayaan khusus seperti pernikahan dan jarang digunakan sebagai kain sehari-hari.
4. Kain Lurik

Kain lurik kini memiliki warna yang variatif (Foto : Instagram @dibyolurik.galeri)
Selain batik, masyarakat Yogyakarta juga mengenal kain lurik sebagai kain tradisionalnya. Berbeda dengan batik yang memiliki motif detail dan rumit, kain lurik jauh lebih sederhana. Kain lurik hanya memiliki motif garis-garis, baik membujur atau melintang (garis horizontal maupun vertikal) dengan ukuran motif yang agak besar.
Warnanya pun hanya terdiri dari warna hitam dan cokelat atau cokelat kekuningan. Pada zaman dulu, kain lurik dibuat dari serat kapas atau serat kayu. Namun, sekarang ini banyak dijumpai kain lurik yang terbuat dari benang sintetis dan warna yang lebih variatif dengan model potongan busana yang lebih modern.
5. Kain Sasirangan Banjar

(Foto : Instagram @sasirangan_meyliamedina)