Diagnosa
Kolesterol tinggi sangat mudah didiagnosis dengan tes darah yang disebut panel lipid. Dokter Anda akan mengambil sampel darah dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis. Dokter Anda akan meminta Anda untuk tidak makan atau minum apa pun setidaknya selama 12 jam sebelum tes.
Panel lipid mengukur kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida Anda. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan ini adalah tingkat yang diinginkan:
- Kolesterol LDL: kurang dari 100 mg/dL
- Kolesterol HDL: 60 mg/dL atau lebih tinggi
- trigliserida: kurang dari 150 mg/dL
Kolesterol total Anda umumnya dianggap "tinggi batas" jika berada di antara 200 dan 239 mg/dL. Ini dianggap "tinggi" jika di atas 240 mg/dL.
Kolesterol LDL Anda umumnya dianggap "batas tinggi" jika berada di antara 130 dan 159 mg/dL. Ini dianggap "tinggi" jika di atas 160 mg/dL.
Kolesterol HDL Anda umumnya dianggap "buruk" jika di bawah 40 mg/dL.
Bagaimana kadar kolesterol dapat dipantau?
The American Heart Association merekomendasikan agar kadar kolesterol Anda diperiksa setiap 4 hingga 6 tahun jika Anda adalah orang dewasa yang sehat di atas usia 20 tahun. Anda mungkin perlu memeriksakan kolesterol Anda lebih sering jika Anda memiliki peningkatan risiko kolesterol tinggi.
Anda mungkin juga memerlukan pemeriksaan kolesterol yang lebih sering jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan masalah kolesterol atau serangan jantung di usia muda, terutama jika mereka telah memengaruhi orang tua atau kakek-nenek Anda.
Karena kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, penting untuk membuat pilihan gaya hidup yang baik. Makan makanan yang sehat, pertahankan rutinitas olahraga, dan pantau kadar kolesterol Anda secara teratur dengan memeriksakannya ke dokter.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.