Beberapa gejala, terang Dokter Andhika, harus diwaspadai, seperti muncul adanya mimisan. Nasofaring dan orofaring mimisan atau hidung terasa penuh, keluhan sulit bernafas, hingga tidur mengorok. Ciri kanker leher bisa muncul ke lidah, misal rongga mulut ada luka yang sukar sembuh atau sariawan di lidah misalnya.
Gejala lain, misalnya ditemukan benjolan atau karena merasakan telinga dan hidung seperti penuh. Ternyata setelah ditelusuri dari keluhan pasien tersebut ditemukan semacam benjolan.
“Tercium bau busuk dari mulut dan hidung harus dikaitkan gejala lain. Sakit kepala terus, hidung terasa penuh ada bengkak di pipi misal di daerah sinus hingga wajah asimetrik,” papar Dokter Andhika.
Ia menuturkan bahwa kebanyakan pasien kanker leher dan kepala diketahui ketika sudah dalam kondisi stadium lanjut, yakni stadium IIIB dan IV. "Kebanyakan orang kita itu datang ketika dengan keluhan baru kontrol. Sehingga diketahui setelah stadium lanjut" ungkapnya.
Perlu diwaspadai bahwa kanker kepala dan leher banyak terdiagnosa pada usia diatas 50 tahun dimana risiko hingga dua kali lipat terjadi kepada pria. “Masih ada hubungan dengan merokok, laki-laki karena faktor mayoritas risiko rokok tembakau. Bisa 4 hingga 10 kali lipat risiko muncul. Lainnya risiko alkohol, infeksi karena penyakit menular dan virus HPV,” jelas dr. Andhika.