MULAI jadi tren sekitar 2019, hingga kini minuman boba yang dipopulerkan dari Taiwan masih menjadi salah satu jenis minuman kekinian yang digemari banyak orang terutama generasi muda.
Rasa yang beragam, kemasan packaging yang menarik, dan tentu saja cita rasa yang menarik kombinasi kekenyalan pearl boba dan minuman milk tea yang manis dan menyegarkan jadi salah satu faktor minuman satu ini begitu disukai.

Tapi jangan terlena terlebih dahulu, sebab nyatanya di balik kelezatan dan kesegaran minuman boba, ada bahaya yang mengintai dan bisa mengancam kesehatan tubuh. Risiko bahaya yang pertama ialah menaikkan berat badan.
Dikutip Times of India, satu porsi minuman boba biasanya mengandung sekitar 400 kalori dan sebagaimana dikatakan ahli diet, Kong Woan Fei, butiran bobanya saja sudah mengandung 150 kalori.