Dikatakan oleh Dr. Tan Wee Yong, Konsultan Dokter Ahli Penyakit Dalam Columbia Asia Hospital, satu porsi minuman boba atau bubble tea mengandung 20 sendok teh gula, jauh melebihi level kadar asupan gula harian normal orang dewasa.
“Iya bisa menaikkan berat badan, penjahat utamanya adalah gula yang ada di minuman tersebut. Rata-rata satu porsi minuman bubble tea mengandung 20 sendok teh gula. Untuk orang dewasa normal yang sehat, dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari delapan sendok teh gula sehari,” kata Dr. Tan Wee, dikutip Columbia Asia.
Selain tinggi kalori, faktanya minuman boba disebutkan mengandung karbohidrat tinggi dan minim nutrisi penting seperti serat, vitamin dan mineral. Mengurangi level gula atau menggantinya dengan pemanis buatan seperti gula aren atau bubuk sweeteners tak menjadikan minuman boba bebas bahaya.
Ancaman bahaya berikutnya, yakni resiko memicu diabetes. Disebutkan Kong Woan Fei, minum minuman boba memang tak secara langsung mengakibatkan penyakit diabetes tapi efeknya datang secara berkala.
“Minum bubble tea tidak akan menyebabkan diabetes secara langsung. Namun, kandungan gulanya dapat menyebabkan risiko tinggi tidak hanya diabetes. Tetapi juga sistem kekebalan tubuh yang rendah, penuaan dini dan kerusakan gigi,” ujarnya.