"Ini bisa terbaca dari waktu inap di rumah sakit yang singkat, karena hari ini tindakan besok bisa pulang. Beda dengan pasien bedah yang memerlukan 5 hingga 10 hari perawatan pascaoperasi. Lalu soal alat-alat tindakan yang lebih simple berbeda dengan bedah," tambah dr Radityo.
Menjadi pertanyaan sekarang, apakah bayi dengan PJB bisa menerima tindakan intervensi non-bedah ini? Menurutnya, dengan semakin canggihnya teknologi, maka memungkinkan bayi dengan berat 3 kilogram untuk dilakukan intervensi non-bedah.
"Bahkan, teknik intervensi non-bedah dengan zero fluoroscopy menjadi alternatif yang menjanjikan karena nihil radiasi dan ini sangat bermanfaat bagi semua pasien, khususnya pasien anak kecil maupun ibu hamil," ungkap dr Radityo.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.