Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Ungkap Penyakit Jantung Bawaan Masih Jadi Momok untuk Anak-anak

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Jum'at, 20 Februari 2026 |13:00 WIB
Menkes Ungkap Penyakit Jantung Bawaan Masih Jadi Momok untuk Anak-anak
Menkes Ungkap Penyakit Jantung Bawaan Masih Jadi Momok untuk Anak-anak (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) melalui Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan menyelenggarakan program edukasi PJB bagi masyarakat awam serta skrining PJB gratis bagi anak usia di bawah 18 tahun.Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia selama periode 24 Januari 2026 hingga 14 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik sekaligus mendorong deteksi dini PJB pada anak.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa setiap tahun puluhan ribu bayi di Indonesia lahir dengan PJB, dengan banyak di antaranya berada dalam kondisi berat (severe).

Ia mengatakan pemerintah terus memberikan perhatian serius terhadap isu ini. Per 2025, misalnya, telah dilaksanakan skrining terhadap hampir 1,7 juta bayi dan menunjukkan masih banyak yang belum tertangani dengan baik.

“Ke depan, kita harus lebih agresif lagi dalam upaya penyelamatan nyawa mereka, termasuk dengan memperkuat kapasitas layanan serta menambah jumlah spesialis jantung anak dan bedah jantung anak sehingga dapat melakukan intervensi nonbedah dan intervensi bedah jantung anak lebih banyak lagi,” ungkap Menkes Budi dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).

dr. Ade Median Ambari, SpJP(K), PhD, FIHA, Ketua PERKI, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian anak di dunia maupun di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement