Program skrining PJB berskala nasional ini juga mencatatkan prestasi dengan meraih rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB) secara Serentak kepada Anak Terbanyak”, dengan penyerahan penghargaan yang dilakukan bersamaan pada Malam Puncak CHD Awareness Week di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, 14 Februari 2026.
Selama periode 24 Januari hingga 14 Februari 2026, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 2.702 murid, dengan 2.478 murid di antaranya menjalani pemeriksaan lanjutan berupa ekokardiografi.
Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai daerah, meliputi Kota Surakarta, Kota Semarang, Kabupaten Bangka, Kota Makassar, Kabupaten Malang, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Balikpapan, Kota Batam, Kota Bandung, Kota Medan, Kabupaten Morowali, Kota Padang, Kabupaten Bengkulu Utara, Kota Pontianak, Kota Ambon, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Mimika (Papua Tengah), Kota Bogor, Kota Kupang, Kota Bandar Lampung, Kota Banda Aceh, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kota Mataram, Kota Jayapura, Kota Denpasar, Kota Jember, Kota Banjarmasin, serta Kota Tarakan (Kalimantan Utara).
Data yang dikumpulkan dalam program ini mencakup data antropometri, tanda vital (tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen), pemeriksaan fisik jantung, serta pemeriksaan ultrasonografi jantung (ekokardiografi). Dari hasil skrining tersebut, ditemukan 53 kasus penyakit jantung bawaan (PJB) dengan prevalensi sebesar 2,14%.
Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan prevalensi PJB di tingkat global maupun di kawasan Asia Tenggara.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.