HARI Lansia Nasional diperingati setiap 29 Mei. Selama kurun waktu 50 tahun terakhir populasi masyarakat lanjut usia (lansia) di Indonesia meningkat sebanyak dua kali lipat. Berdasarkan laporan statistik 2020, terdapat 26,82 juta lansia di Indonesia yang merupakan 9,92 dari total populasi.
Dengan jumlah populasi lansia yang terus meningkat, maka aspek kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan lansia yang sejahtera. Sebagaimana diketahui, lansia memiliki risiko berbagai penyakit tidak menular, salah satunya osteoporosis.
Baca juga: Hari Lansia Nasional Lahir dari Radjiman Wedyodiningrat
Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr Bagus Putu Putra Suryana SpPD-KR mengatakan lansia adalah salah satu kelompok risiko osteoporosis karena seiring bertambahnya usia akan kehilangan kepadatan tulang. Saat ini lebih dari 10 juta orang dari seluruh negeri diperkirakan menderita osteoporosis.
"Jika kehilangan kepadatan tulang secara terus-menerus, maka akan menyebabkan osteoporosis, sehingga berisiko mengalami patah tulang," kata dr Bagus dalam webinar 'Rayakan Lansia Sehat, Aktif, dan Bahagia' beberapa waktu lalu.