Sebuah artikel di American Sociological Review menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan teknik gaslighting mungkin dengan sengaja menggunakan stereotip negatif tentang jenis kelamin, ras, etnis, seksualitas, kebangsaan, atau usia seseorang untuk memanipulasinya. Misalnya, mereka mungkin memberi tahu seorang wanita bahwa orang akan berpikir dia tidak rasional atau gila jika dia mencari bantuan untuk pelecehan.
Meskipun setiap orang dapat mengalami gaslighting, hal ini sangat umum terjadi dalam hubungan intim dan dalam interaksi sosial di mana terdapat ketidakseimbangan kekuatan.
Hal ini memungkinkan, seseorang yang menerima perilaku tersebut sedang mengalami pelecehan.
Gaslighting juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan trauma psikologis, terutama jika itu merupakan bagian dari pola pelecehan yang lebih luas.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.