Kontrol napas
Jika turbulensi membuat Anda panik, cobalah untuk mengontrol laju pernapasan Anda. Tarik napas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut. Ambil napas dalam dan panjang. Cara itu akan menstimulasi saraf vagus dan memicu sistem saraf parasimpatis Anda untuk melepaskan asetilkolin dan neurotransmitter yang meningkatkan perasaan aman dan tenang.
Alihkan perhatian
Saat turbulensi biasanya penumpang akan membayangkan hal-hal buruk. Untuk menghindari ini, penumpang bisa mengalihkan perhatian dan fokus pada hal-hal yang membahagiakan. Jika guncangan tidak terlalu keras, penumpang bisa menyibukan diri dengan membaca buku, bermain teka-teki, atau kegiatan lainnya.
Hindari rute yang sering terjadi turbulensi
Jika Anda belum menentukan tujuan perjalanan selanjutnya, ada baiknya pilih tujuan dengan rute penerbangan yang tidak sering mengalami turbulensi. Misalnya, secara statistik, penerbangan yang menjauh dari khatulistiwa dan terbang di atas wilayah perairan yang luas atau daratan yang datar mengalami lebih sedikit turbulensi.
Percaya pada pilot
Untuk menjadi pilot, seseorang harus melewati mempelajari banyak hal dan melewati serangkaian tes yang tidak mudah. Pilot yang sudah diperbolehkan mengemudikan sebuah burung baja tentunya sudah terlatih dan juga ahli dalam melalui gangguan berupa turbulensi. Dibantu teknologi yang canggih, pilot juga memiliki pemahaman yang sangat baik tentang kondisi cuaca untuk setiap rute penerbangan sebelum lepas landas.
Sebelum penerbangan, pilot akan mempelajari prakiraan rute penerbangan dan, jika memungkinkan, mengubah jalur mereka untuk menghindari area dengan turbulensi ekstrem. Oleh karenanya, penumpang tidak perlu khawatir dengan turbulensi.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.