Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapten Limbong Sering Hadapi Turbulensi Pesawat, Ini 7 Tips Mengatasinya

Fatha Annisa , Jurnalis-Rabu, 10 Maret 2021 |06:03 WIB
Kapten Limbong Sering Hadapi Turbulensi Pesawat, Ini 7 Tips Mengatasinya
Kapten Edward Limbong. (Foto: YouTube)
A
A
A

SEBAGAI pilot, Kapten Edward F Limbong pernah menghadapi turbulensi saat kondisi cuaca sedang tidak bagus. Meski begitu, ia meminta agar penumpang tidak takut.

Kerap mendengar kata turbulensi, apa sih artinya? Dikutip dari Oxfordsaudia Flight Academy, secara sederhana turbulensi adalah istilah yang menggambarkan ketidakstabilan pesawat saat di udara yang disebabkan oleh berbagai alasan.

Walaupun turbulensi sering membuat penumpang takut, pada dasarnya hal ini biasa terjadi dalam penerbangan dan tidak berbahaya.

Sama seperti pengendara transportasi darat yang harus melewati polisi tidur di jalan, pesawat juga akan bertemu dengan gundukan di udara. Turbulensi lebih mempengaruhi masalah kenyamanan penumpang dan kru pesawat, dibanding keselamatannya.

Kapten Limbong pun pernah mengalami turbulensi di beberapa rute. Ia mengatakan saat turbulensi pesawat memutari awan.

"Jadi kita muterin ya guys, awannya gede banget ini," ucapnya di laman YouTube Edward F Limbong.

Ia menambahkan, saat pesawat turbulensi sensasinya sama seperti naik komedi putra. Jadi Anda tak perlu terlalu khawatir dan percayakan kepada pilot.

"Pesawat akan sedikit kegoncang-goncang, kayak di komedi putar," tambahnya.

Lebih lanjut, Okezone juga telah merangkum tips-tips yang dapat dilakukan pagi penumpang pesawat yang selalu merasa takut saat berhadapan dengan turbulensi. Berikut ulasannya, dilansir dari Classpass.

Pahami bahwa turbulensi tidak bahaya

 

Turbulensi dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti udara di atmosfer, aliran jet yang memicu perubahan angin, terbang di atas gunung atau gedung tinggi yang mengubah aliran angin di langit, dan sebagainya.

Terlepas dari penyebabnya, penting untuk diingat bahwa turbulensi disebabkan oleh perubahan aliran udara. Turbulensi bukan terjadi karena ada yang salah dengan pesawat itu sendiri.

Banyak orang berasumsi bahwa turbulensi akan menyebabkan pesawat mereka jatuh. Nyatanya, turbulensi terparah sekalipun hampir tidak pernah menyebabkan kecelakaan pesawat. Terakhir kalinya turbulensi disebutkan sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat adalah pada 1966.

Namun semenjak itu, teknologi dalam pesawat sudah semakin canggih. Para pilot pun dibekali dengan pemahaman yang lebih baik lagi tentang bagaimana menghadapi turbulensi atau menghindarinya.

Contohnya saja Kapten Limbong, lewat video yang diunggah pada Oktober 2020, ia nampak mengarahkan pesawat yang dikemudikannya ke jalur alternatif. Meskipun lebih jauh, hal tersebut dilakukan untuk menghindar dari awan tebal yang dapat menimbulkan turbulensi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement