Hari AIDS Sedunia 2020 diperingati di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Pandemi Covid-19 memang memiliki dampak besar pada kesehatan dunia. Salah satunya bagi orang-orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Mereka menjadi khawatir dan takut untuk mengakses layanan kesehatan karena takut terinfeksi oleh Covid-19.
Sebagaimana diketahui baik HIV dan AIDS merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Alhasil kelompok ODHA menjadi salah satu target yang rentan dan paling berisiko apabila tertular Covid-19.

Menanggapi hal tersebut Executive Director Indonesia AIDS Coalition, Aditya Wardhana mengatakan situasi pandemi Covid-19 memaksa pemerintah untuk memodifikasi program guna memastikan setiap ODHA bisa tetap mendapatkan akses pengobatan. Salah satunya dengan client centered service.
Baca Juga : Hari AIDS Sedunia, Indonesia Gagal Capai Target Penanggulangan HIV
Beberapa bentuk client centered services yang bisa dilakukan antara lain
1. Memberikan antiretroviral (ARV) multi bulan.
2.pemberian ARV dalam bentuk kombinasi dosis tetap (KDT) atau fix dose combination yang lebih ramah pasien (kombinasi ARV Tenofovor, Lmivudine, dan dolutegravir).
3. Extended service untuk layanana ARV dan Viral Load dengan bekerjasama denga LSM.
4.Telemedicines bagi konsultasi dokter dan konselor HIV.