Selain itu, lanjut Ki Ageng Ropet, Sumber Daya Manusia (SDM) di Gili Iyang juga harus ditingkatkan. Pasalnya, diperlukan treatment khusus untuk melestarikan alam yang menjadi daya tarik utama pulau tersebut.
Maka diperlukan pelatihan-pelatihan yang intensif dan berkelanjutan guna mengembangkan kemampuan para pelaku wisata lokal, dalam hal ini adalah warga Gili Iyang itu sendiri.
"Sementara ini kita memang sudah melakukan pelatihan-pelatihan dari tingkat Kabupaten dan Provinsi tetapi hanya secara umum. Contohnya terkait pengelolaan homestay, kuliner, dan unsur-unsur hospitality lainnya. Bahkan sudah banyak pula yang bersertifikat," kata Ki Ageng Ropet.
"Kalau bisa dari pihak pemerintah atau Kemenparekaf, bisa menyediakan pelatihan tentang tata cara melestarikan alam. Karena potensi utama daerah kami kan kadar oksigennya yang tinggi. Jadi perlu pelatihan-pelatihan khusus bagaimana cara mengelolanya, agar tidak tercemar dan lain sebagainya," tandas Ki Ageng Ropet.
(Dewi Kurniasari)