Dalam arti lain, Gili Iyang sebetulnya sangat cocok untuk dikembangkan di era new normal, bila pemerintah memang fokus mengembangkan wisata berbasis minat khusus.
Namun mengingat konsep wisata minat ini khusus belum terlalu familiar di kalangan wisatawan Indonesia, secara tidak langsung berdampak pada proses pengadaan fasilitas atau bantuan dari pemerintah.
"Tantangan yang kita hadapi sekarang ini masih minim bantuan dari pemerintah. Kadang ada bantuan, tapi masih belum terarah. Padahal potensi wisata wellness itu harus ditunjang dengan fasilitas-fasilitas pendukung, terutama untuk di Pulau Gili Iyang ini," terang Ki Ageng Ropet, saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Kamis (1/10/2020).