Penyakit Parkinson terjadi karena kelompok sel saraf di otak yang memproduksi dopamin berhenti bekerja. “Pasien-pasien ini memiliki peradangan otak di daerah dimana sel-sel saraf penghasil dopamin ditemukan.” tutur Morten Gersel Stokholm dari Universitas Aarhus di Denmark.
Seperti dilansir dari Indianexpress, periset sebelumnya tidak sadar bahwa ada bentuk radang otak pada pasien sehingga berisiko terkena penyakit Parkinson.
Dalam penelitian ini, pasien dengan RBD yang tidak memiliki bukti klinis kerusakan akibat Parkinson, otak mereka akan dianalisis dengan menggunakan Positron Emission Tomography (PET) di Spalnyol dan Denmark.
“Temuan ini akan digunakan untuk menentukan pasien dengan gangguan tidur yang nantinya akan mengembangkan penyakit Parkinson. Pada saat bersamaan, hal ini juga bisa membantu mengembangkan obat yang bisa menghentikan atau memperlambat perkembangan penyakit.” jelas Stokholm.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.