Ditambahkan Dokter Ray, bahaya lainnya ialah potensi penyakit yang bisa terjadi pada sang ibu. Mulai dari masalah hormon hingga pengaturan berat badan.

“Ini kita bicara jangka panjangnya, aspek higienitas yang terlanggar, jadinya produksi air susunya rendah. Ingat, walau sudah dua tahun setelah melahirkan, hormon-hormon yang menyangkut soal produksi ASI itu masih terkoneksi dengan tubuh. Hormon tidak berfungsi dengan baik, ini ngaruh juga ke weight management. Harusnya bobot tubuh sudah bisa turun, malah akan tertahan sebab ada sindrom metabolik,” pungkas Dr.Ray
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.