Ia awalnya mengira hal tersebut disebabkan oleh tungau atau debu. Bukannya sembuh, wajah wanita itu malah semakin parah dengan muncul beberapa ruam pada beberapa hari berikutnya.
Setelah memeriksakan ke dokter, ia pun diberi sebuah pil untuk mengatasi penyakitnya. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuatnya sembuh. Empat hari kemudian ia kembali ke rumah sakit dan menerima antibiotik untuk melawan pembengkakannya.
Dokter mengatakan bahwa goresan cakar kucing yang dialaminya bisa sangat serius karena mentransfer bakteri yang bisa mengancam jiwa seperti sepsis.
Sebagaimana diketahui, kucing membawa bakteri, salah satunya yang disebut Bartonella henselae yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia ketika ditularkan melalui luka dalam atau gigitan. Sekira tiga hingga 14 hari setelah kulitnya mengalami kerusakan, infeksi ringan dapat terjadidi beberapa lokasi cedera.
Setelah itu luka akan berkembamg menjadi bengkak, merah dan nyeri. Beberapa ahli memperingatkan bahwa gigitan dan cakaran kucing dapat sangat berbahaya dalam hal infeksi dan cacat permanen jika tidak ditangani dengan baik.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.