“Minuman ini juga bisa dibuat di rumah. Sekarang sudah banyak yang jual Co2 di e-commerce. Sekarang, tinggal menyesuaikan dengan selera. Kalau mau sodanya strong jangan kelamaan menunggu. Langsung diminum saja. Tapi jangan sampai dry icenya ikut tertelan bisa menyebabkan lidah mati rasa, dan merusak syaraf,” kata Ron, di Ramurasa, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Menu kedua dibuat oleh Ron adalah dark chocolate ice cream. Bahan-bahan yang digunakan antara lain susu chair, whipped cream, sugar, emulsifier, dan nitrogen cair (N2).
“Air dan minyak itu kan tidak bisa tercampur, makanya kita menggunakan emulsifier dan disini saya pakai gelatin. Sedangkan nitrogen cair untuk mendinginkan adonan ice cream,” tambahnya.
Baca Juga : Seksinya Tasya Rosmala, Biduan Pantura yang Hobi Berpakaian Ketat
Bagi Ron, hasil akhir molecular gastronomy akan menjadi produk yang unik dan menghibur, sehingga sangat baik untuk marketing secara visual. Ron menambahkan molecular gastronomy secara harfiah sering dinamakan dengan cooking with science meskipun dia pun buru-buru menyatakan pada prinsipnya semua seni memasak itu juga sains.