Untuk alasan bersenang-senang dan bereksplorasi, dunia kuliner perlu sentuhan molecular gastronomy. Sensasi yang disuguhkan oleh konsep kuliner ini juga dapat memberikan pengalaman baru bagi para penikmatnya.
Hari ini, Jumat (5/4/2019), Okezone berkesempatan menyaksikan langsung seperti apa proses pengolahan makanan bergaya Molecular Gastronomi, yang dipandu oleh Chef Ronald Prasanto, salah seorang molecular gastronomist Indonesia. Dia juga merupakan coffee expert, dan pendiri Ron's Laboratory.
Menu pertama yang diperagakan adalah olahan teh bunga telang yang terinspirasi dari es timun dari Aceh. Untuk membuat minuman ini ia menggunakan air seduhan bunga telang, perasan lemon, parutan timun, kemudian sebagai pelengkap diberi tambahan dry ice sebagai pertunjukkan utamanya.
“Dry ice itu nama lainnya karbondioksida atau Co2, suhunya bisa sampai -140 derajat celcius. Penggunaan dry ice ini dimaksudkan untuk menimbulkan sensasi soda yang berasal dari pelepasan karbondioksida,” tutur Ron.

Benar saja, saat dry ice dimasukkan ke dalam gelas minuman, efek asap yang ditimbulkan berhasil membuat seisi ruangan berdecak kagum. Rasa minuman ini pun ternyata cukup menyegarkan, jika dibandingkan dengan minuman bersoda pada umumnya.