
“Jadi bukan karena bahan-bahan yang digunakan, tapi karena wqktu dan human resourcenya. Kalau mau main molecular harus punya teknik dasar memasak, dan pengetahuan yang mendalam dan kreativitas tinggi,” timpalnya.
Baca Juga : Potret Hot Mamah Muda Jelly Jelo, Model Seksi Beranak Satu
Lebih lanjut, Ron menjelaskan, secara bisnis konsep kuliner ini tidak bisa bertahan lama atau sustainable. Karena pada dasarnya, orang-orang hanya ingin mencari experience (pengalaman), dan konsep tersebut hanyalah sebuah tren semata. Dalam arti lain, kemungkinan besar mereka tidak akan datang lagi karena sudah pernah melihat dan merasakannya secara langsung.
Berbeda dengan restoran yang memang mengedepankan cita rasa sebagai branding utamanya. Sebut saja restoran-restoran chinese dan rumah makan padang yang bisa bertahan hingga turun temurun.