“Kalau yang ukuran jumbo satu buah naga itu setengahnya jadi satu bakso. Jadi satu buah naga jadi dua bakso lampion. Dagingnya kemudian diperas dengan kain jadi warna merahnya murni dan warna hitam di buah naga tidak ikut tercampur,” jelasnya.
Seorang pelanggannya, Adib Muhibbin mengungkapkan dirinya penasaran saat melihat postingan dari media sosial temannya.

“Sudah beberapa kali kesini, cuma ini ada menu baru jadi nyoba karena penasaran, ini nyoba bakso lampion. Memang kayak lampion, merah-merah, spesial merayakan hari imlek,” kata Adib.
Rasa gurih bercampur pedas membuat selera makan bergairah dan segar. Belum lagi melihat tekstur warna bakso yang cukup mencolok.
“Rasanya pedesnya luar biasa tapi gurihnya bakso masih terasa. Gurihnya bakso masih nempel. Di dalamnya juga masih ada baksonya lagi,” ungkap pria 24 tahun ini.
Namun menurut Eva, bakso lampion ini belum tentu akan menjadi variasi menu baru bakso di warungnya selain menu variasi bakso yang sudah tersedia.