Jika dilihat dari tampilannya, pasti banyak yang mengira bahwa pizza merupakan salah satu makanan cepat saji yang tidak menyehatkan. Menurut sejarahnya, makanan asal Italia ini dulunya terbuat dari bahan-bahan yang sederhana dan sehat yakni, adonan tepung, saus tomat, keju, dan berbagai taburan topping. Hidangan lezat ini kemudian mulai diperkenalkan pada akhir 1700-an.
Sejak saat itu, pizza mulai dicintai oleh jutaan orang di seluruh dunia. Diperkirakan bahwa orang-orang Amerika menghabiskan sekitar Rp650 triliun untuk memesan pizza di sepanjang tahun 2018.
Pizza mungkin tampak seperti makanan yang tidak menyehatkan, tetapi olahan pai berminyak ini ternyata benar-benar memberi manfaat kesehatan dan nutrisi tertentu. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Okezone dari Insider, Rabu (2/1/2019).
Topping yang menyehatkan
Tidak banyak yang menyadari bahwa sebagian besar topping pizza berasal dari berbagai jenis sayuran segar, dan protein tanpa lemak. Bahan makanan inilah yang dapat memberikan banyak nutrisi yang dibutuhkan seseorang dalam diet hariannya. Salah seorang ahli nutrisi, Chelsey Amer mengatakan kepada Insider bahwa pizza yang sehat tergantung dari pilihan toppingnya.