Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Penelitian, Pria Ini Rela Donorkan Otaknya

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 27 Februari 2018 |12:32 WIB
Demi Penelitian, Pria Ini Rela Donorkan Otaknya
Kein Baxter rela donorkan otaknya demi penelitian (Foto: BBC)
A
A
A

MENYUMBANGKAN otak mungkin tidak pernah Anda duga ada di dunia ini sebelumnya. Tapi, menyumbangkan otak nyatanya ada dan sudah ada orang yang berencana akan menyumbangkan otaknya.

Orang tersebut adalah Ken Baxter, pria berumur 75 tahun, yang telah bersedia menyumbangkan otaknya setelah meninggal nanti. Sementara, peneliti dari Cardiff University merekrut donor otak yang sehat untuk dibandingkan dengan otak yang mengidap demensia.

“Ketika hidup saya telah selesai, otak ini sudah tidak berguna bagi saya lagi,” ucap Ken Baxter, dikutip dari BBC, Selasa (27/2/2018).

Sejak 2009 ada sekira 460 orang di Wales telah mendaftar untuk menyumbangkan otaknya setelah meninggal, dan sebanyak 79 sumbangan telah digunakan ke proyek penelitian otak demensia sejauh ini. Lewat penelitian ini, ilmuwan perlu mempelajari jaringan otak manusia dan untuk mengetahui otak seperti apa yang rentan terhadap penyakit alzheimer, mereka melihat distribusi deposit protein di otak, yang dianggap jadi satu-satunya cara untuk mendapatkan diagnosis pasti penyakit ini.

Sementara, untuk mencari pendonor dengan otak yang sehat lebih sulit dibandingkan dengan pendonor yang memiliki demensia. Baxter merupakan salah satu pendonor yang rela menyumbangkan otaknya setelah melihat bagaimana demensia mempengaruhi seorang temannya. Menurutnya, sumbangan otak ini adalah cara untuk membantu orang lain, tapi ia tidak selalu mendapat reaksi positif terhadap rencananya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement