Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demi Penelitian, Pria Ini Rela Donorkan Otaknya

Annisa Aprilia , Jurnalis-Selasa, 27 Februari 2018 |12:32 WIB
Demi Penelitian, Pria Ini Rela Donorkan Otaknya
Kein Baxter rela donorkan otaknya demi penelitian (Foto: BBC)
A
A
A

“Banyak orang berkata, ‘apa kamu yakin?’ dan beberapa orang merasa ngeri saat saya memberitahu mereka. Saya tidak tahu alasan mereka yang menganggap rencana saya salah,” tambahnya.

Di sisi lain, Kate Baxter, istrinya, memiliki pandangan berbeda dengan suaminya tentang sumbangan otak, tapi ia mendukung keputusan suaminya. Menurut Kate keputusan Baxter mengejutkan, tapi dirinya punya pendapat lain soal menyumbang otak.

“Mungkin keputusannya mengejutkan, tapi ini jelas berbeda dengan menyumbangkan hati atau ginjal Anda, karena itu akan menyatu dengan organ orang lain dan kemudian kembali digunakan. Sementara sumbangan otak akan digunakan tapi dengan cara yang berbeda, tidak akan masuk ke kepala seseorang,” ucap Kate.

Tidak seperti donasi organ pada umumnya, orang yang akan menyumbangkan otaknya terlebih dahulu membuat persetujuan, termasuk di Wales. Begitu selesai membuat persetujuan, mereka yang berencana menyumbangkan otak akan dikunjungi setahun sekali untuk melakukan penilaian kognitif dan menguji ingatan mereka.

Wales tidak memiliki bank otak sendiri, sehingga otak yang telah disumbangkan akan disimpan di King’s College London sampai tim di Cardiff meminta sampel. Ketika telah diterima oleh para peneliti, otak tersebut akan dipotong setengah dan setengahnya lagi dibekukan, lalu dibedah sementara bagian yang disimpan bisa digunakan lagi puluhan tahun kemudian.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement