DALAM sebuah tim, kekompakan adalah modal utama untuk meraih keberhasilan. Kekompakan itu biasanya berawal dari semangat yang sama di antara anggota tim. Sebuah tim basket asal China memiliki semangat yang tidak biasa untuk bertanding.
Tim basket bernama Ye itu terdiri dari lima orang anggota yang memiliki variasi usia. Pemain tertua berusia 53 tahun dan yang termuda berusia 14 tahun. Kelimanya dapat bergabung atas jasa seorang anak bernama Ye Sha.
Anak tersebut meninggal dunia di usia 16 tahun karena pendarahan otak. Kemudian organ tubuhnya didonorkan pada 7 orang yang membutuhkan bantuan. Para penerima donor itu berhasil bertahan hidup dan lima di antaranya memutuskan untuk bergabung menjadi sebuah tim basket seperti yang disebutkan di atas.
Baca Juga: Mengetahui Kepribadian Seseorang Lewat Bentuk Hidungnya
Tim basket itu dibentuk oleh Palang Merah Masyarakat China Cabang Hunan pada Agustus 2017. Pada Januari lalu, tim ini bertanding melawan tim profesional dari Asosiasi Bola Basket Wanita Cina. Padahal tidak ada satupun dari anggota yang pernah menerima pelatihan basket secara rutin.

Lantas, apakah yang membuat tim tersebut yakin untuk tanding basket? Melansir Global Times, Sabtu (2/3/2019), ternyata Ye Sha sangat suka sekali bermain basket dan memiliki impian menjadi atlet profesional. Sebagai bentuk terima kasih, anggota tim ingin melanjutkan perjuangan anak tersebut bermain basket.