Dalam sehari, mulai pagi hingga menjelang siang, mereka hanya mampu memproduksi rata-rata 2-3 sak tepung terigu. “Kami tak bisa buat mie asin banyak-banyak. Karena pengerjaannya masih tradisional. Rata-rata 30 kilogram perhari,” kata Acun.
Bahkan Acun terpaksa menolak pesanan yang melimpah. "Kalau banyak pesanan, kami tidak bisa memenuhi," ucapnya.
Untuk harga, satu kilogram mie asin dijual Rp30 ribu. Sedangkan wilayah pemasarannya, Acun tidak pernah menjual eceran ke pasar. Melainkan, konsumen datang sendiri ke rumah produksi miliknya. "Pembeli yang ke sini," tuturnya.
Untuk perayaan hari besar, mie asin cukup minati. Bahkan kata Acun, mie ini menjadi menu favorit dan istimewa dalam sebuah perayaan tertentu.
“Kalau hari besar, seperti Imlek memang banyak pesanan. Biasanya mie ini disajikan untuk makan keluarga. Orang Cin (Cina/Tionghoa) percaya, mie asin bisa memperpanjang umur,” tutup Acun, didampingi Hendi (28), anak sulungnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.