Proses selanjutnya, dimasukkan ke dalam mesin penggiling agar mendapatkan hasil yang sama ukuran tipisnya. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam mesin pengiris. "Mesin inilah yang mengubah bentuk adonan yang semula berbentuk gulungan tipis, menjadi helai-helai mie," jelas Acun.
Setelah berbentuk helai, lanjut lelaki 60 tahun yang akrab disapa Acun ini, mie dijemur di bawah terik matahari selama satu hingga dua jam. Waktu yang diperlukan pada saat menjemur tergantung pada cuaca. Semakin cerah atau panas, semakin cepat proses penjemuran.
Setelah kering, helai demi helai mie dikukus dalam wadah khusus yang terbuat dari kayu selama kurang lebih satu jam. Kemudian mie-mie itu didinginkan selama beberapa menit, lalu diikat, dimasukkan ke dalam kemasan plastik dan siap dijual. "Mie asin di sini hanya bisa bertahan satu minggu. Karena tidak ada bahan pengawet," tutur Acun.