Acun sudah puluhan tahun menggeluti bisnis pembuatan mie asin. Ia merupakan generasi ketiga penerus usaha keluarga yang dirintis oleh kakeknya, Bun Heng, perantau dari negeri Tiongkok. Saat ini, Acun dibantu istrinya, Reni Julianti dan dua anak serta beberapa karyawan untuk meneruskan dan menghidupkan usaha warisan leluhur itu.
Sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda
Secara detail, Acun tidak mengetahui persis, kapan usaha pembuat mie asin itu mulai berjalan. Ia hanya mengetahui cerita dari orangtuanya bahwa usaha ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Sejak berdiri, rumah produksi mie asin ini telah tiga kali berpindah tempat. Namun semua lokasi masih berada di Jalan Diponegoro. Saat itu belum sepadat sekarang. Belum ada deretan ruko dan pusat perbelanjaan.