ANCAMAN polusi udara dan kabut asap sering terjadi di kota-kota besar. Dampaknya tidak hanya menyebabkan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan tulang.
Selama ini, kita hanya tahu bahwa polusi udara sering menyebabkan penyakit pernapasan dan paru-paru serius. Tetapi studi baru menyatakan, orang yang terpapar dengan polusi udara terlalu sering bisa memicu patah tulang. Risiko tersebut menyebabkan hilangnya kepadatan mineral.
Studi tersebut menyatakan, tingginya pasien patah tulang rupanya banyak dipicu oleh paparan udara di lingkungan sekitarnya. Apalagi bagi penduduk kota-kota besar yang terancam dengan polusi udara berlebihan.
Untuk penelitian ini, para peneliti mempertimbangkan kejadian patah tulang terkait osteoporosis antara 9,2 juta orang antara tahun 2003-2010. Selama penelitian ditemukan bahwa seseorang yang sejak muda terpapar polusi udara terus-menerus, dampaknya di masa tua dapat meningkatkan kejadian patah tulang.
Komponen dari polusi udara yang dimaksud dapat diperoleh dari asap kendaraan bermotor yang paling sering. Dampaknya dapat meningkatkan hormon paratiroid yang lebih rendah, yakni hormon kalsium dan tulang yang penting dan penurunan kepadatan mineral tulang yang lebih besar.