Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai! Cuaca Dingin saat Musim Hujan Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Gagal Jantung

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 29 September 2017 |09:21 WIB
Waspadai! Cuaca Dingin saat Musim Hujan Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Gagal Jantung
Ilustrasi (Foto: Express)
A
A
A

SAAT musim hujan sudah pasti cuacanya berubah dingin. Nah udara dingin menyengat tidak hanya mempengaruhi orang-orang dengan tulang dan nyeri sendi, tapi juga membuat kondisi orang dengan gagal jantung semakin memburuk.

Sebuah penelitian baru menunjukkan, cuaca mendung mengakibatkan perubahan suhu dan tekanan atmosfer. Kondisi seperti itu dapat meningkatkan risiko gagal jantung di kalangan lansia, karena terjadi peningkatan tekanan darah yang membuat jantung melemah.

"Paparan cuaca dingin atau tekanan tinggi dapat memicu kejadian yang mengarah ke rawat inap atau kematian pada pasien gagal jantung," kata Peneliti Pierre Gosseli dari Universitie Laval di Kanada.

Selama penelitian, terlibat 112.793 orang berusia 65 tahun ke atas yang didiagnosis gagal jantung di Kanada. Studi ini dilakukan antara tahun 2001 dan 2011, peserta rata-rata mengikuti studi selama 635 hari.

Telah dilakukan pemantauan suhu rata-rata, kelembaban relatif, tekanan atmosfir dan polutan udara di lingkungan sekitar. Hasilnya menunjukkan, saat musim hujan yang identik berhawa dingin atau saat musim dingin, kejadian rawat inap pasien gagal jantung atau memicu kematian jumlahnya meningkat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement