Namun, menurut buku yang ditulis oleh T William Bigalke, 'Tana Toraja: A Social History of An Indonesia People', 2005, kopi toraja baru dikembangkan pada abad ke-18. Bahkan, beberapa sumber lain menyebutkan bahwa kopi toraja berasal dari perkebunan kopi yang dibuka oleh Van Dijk di kawasan Rantekarua pada 1928.
Meski hingga saat ini asal usul kopi toraja tidak diketahui secara pasti, namun sejak dulu kopi toraja telah menyita perhatian para kaum bangsawan Belanda. Kopi toraja juga menjadi minuman favorit di kalangan elite Eropa.Berawal dari fakta tersebut, masyarakat Toraja pun menganggap kopi tersebut sebagai minuman ‘para dewa’.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1930-an popularitas kopi toraja mulai dikenal luas dan diketahui oleh masyarakat Jepang. Dalam waktu singkat, sudah banyak kedai-kedai kopi di Jepang yang menjajakan kopi toraja. Setidaknya terdapat lebih dari 5.100 restoran dan kafe di Jepang yang menyuguhkan kopi para dewa itu.
Lantas, apa keistimewaan kopi toraja hingga begitu disukai para pencinta kopi di dunia?
BACA JUGA: