SAAT melangkah melewati gapura batu yang sudah berusia hampir 500 tahun, para wisatawan pasti akan diliputi keheningan. Tangga berkelok-kelok membelah pohon-pohon yang lebat dan rimbun dengan dedaunan. Jalan setapak ditutupi oleh dahan-dahan yang menghalangi pemandangan perbukitan.
(Baca Juga: Peneliti Ungkap Ritual Kanibalisme di Zaman Paleolitikum)
Terletak di dekat Kota Bomarzo yang tenang, sekira 92 kilometer di sebelah utara Roma, Sacro Bosco (Sacred Wood) dibangun pada abad ke-16 oleh Pier Francesco ‘Vicino’ Orisini, seorang pemimpin militer dan penggiat seni yang hebat. Ketika merancang Sacro Bosco, ia melawan tradisi taman Renaisans Italia.
Hal tidak biasa Orsini lakukan pada taman rancangannya, bukannya memasukkan air mancur berhias, pagar tanaman yang rapi dan patung dewa atau dewi yang indah terpahat, Orsini justru sama sekali tidak menanam pepohonan dan rerumputan dan memenuhi tamannya dengan makhluk-makhluk aneh dan tidak biasa.
(Baca Juga: Sederet Mercusuar Tua yang Harus Dikunjungi Sekali Seumur Hidup)