Sementara, banyak pula yang berpendapat Orsini membangun Sacro Bosco untuk menyaingi taman yang dibangun oleh temannya, yaitu Cristoforo Madruzzo. Keduanya memang memiliki banyak perbedaan yang sangat kontras. Taman yang dibangun oleh Cristoforo Madruzzo berisi hal-hal yang baik dan ringan di dunia ini, sedangkan taman Orsini beraura gelap dan sumbang.
(Baca Juga: Hore! KAI Gratiskan Tiket Kereta di Hari Kemerdekaan RI Ke-72)
Menurut Melinda Schlitt, profesir seni sejarah dan humaniora di Dickson College di Pennsylvania Tengah, jawaban untuk memahami tujuan kebun terletak pada prasasti yang ditinggalkan Orsini, dikutip dari BBC, Rabu (16/8/2017).
Terselip di dekat jantung taman ada sebuah benda yang membuat bayangan kecil mengingatkan pada sebuah menara istana. Sebuah tangga kecil terukir tulisan “Dan semua keajaiban lain yang berharga sebelum dunia menyerah pada kayu suci yang hanya menyerupai dirinya sendiri dan tidak ada yang lain,” dari kutipan puisi ini, Schlitt menjelaskan, “Kutipan puisi tersebut mencegah pengunjung untuk tidak mencari kemiripan antara keajaiban yang ada di taman dengan yang tidak ada di taman tersebut,” ucapnya. Hal tersebut berarti daripada mencari-cari makna dibalik ciptaan Orsini yang terbilang tidak wajar tersebut, kita harus menghargai taman karena keajaibannya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.