Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

FOOD STORY: Batra, Olahan Ulat Sagu Khas Mentawai yang Menyimpan Kelezatan Tanpa Bumbu

Rus Akbar , Jurnalis-Jum'at, 11 Agustus 2017 |17:04 WIB
FOOD STORY: <i>Batra</i>, Olahan Ulat Sagu Khas Mentawai yang Menyimpan Kelezatan Tanpa Bumbu
Ulat sagu khas Mentawai (Foto:Rus Akbar)
A
A
A

Rosalia mengingatkan jangan sampai gosong karena kalau terlalu matang akan pahit rasanya. Ketika mencicipi rasanya begitu gurih dan lezat, ditambah dengan aroma menggugah selera.

Cara lain tak kalah enaknya memasak memakai bambu ukuran lemang. Terlebih dahulu perut ulat diiris memakai sembilu bambu lalu dimasukkan dalam bambu. “Tidak perlu pakai air karena batra ini sudah memiliki cairan dan lemak dalam tubuh ulat sagu. Nah untuk memasaknya tinggal letakkan di perapian sambil membakar jika sudah berbunyi mendidih maka itu tandanya sudah masak,” tuturnya.

Saat ditumpahkan warnanya akan berubah kuning tua, aromanya juga tak kalah dengan batra yang dipanggang. Akan lebih enak dimakan bersama dengan sagu sebagai makanan masyarakat Mentawai. Kalau tidak ada bambu juga bisa dengan menggunakan kuali, caranya juga sama dengan bambu. “Tidak perlu memasukkan air cukup iris-iris saja lalu dimasak dalam kuali,” terangnya.

BACA JUGA:

FOOD STORY: Muasal si Kue Bulat Berlubang, Mulai Kue Goreng Asal Belanda hingga Santapan Kapten Kapal

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement