Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menelusuri Museum Multatuli Sang "Pembunuh Kolonialisme" di Rangkasbitung

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 06 Juli 2017 |18:06 WIB
Menelusuri Museum Multatuli Sang
A
A
A

Di samping itu, keberadaan museum tersebut diharapkannya akan mendorong wisatawan untuk datang ke Rangkasbitung. "Kita targetkan 500.000 wisatawan tahun ini," kata Iti.

Bonnie Triyana, pemerhati sejarah dan sosial Banten, berharap pemerintah kabupaten Lebak dan pemprov Banten bisa menjadikan keberadaan Museum Multatuli sebagai momentum kebangkitan dari ketertinggalan.

Sebab, menurutnya, dari segi pembangunan infrastruktur, Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten masih tertinggal dan miskin, predikat yang sama ketika Multatuli tinggal di sana pada 1856.

"Rendahnya literasi, bagaimana cara memeranginya, bagaimana menumbuhkan minat baca dengan cara menarik adalah pekerjaan yang harus dilakukan. Museum ini, yang di sebelahnya ada perpustakaan, menjadi salah satu cara untuk meningkatkan semangat baca masyarakat Lebak dan Banten," tandasnya.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement