Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perdebatan Pengembalian Sendi "Desa yang Hilang" ke Mojokerto

Zen Arivin , Jurnalis-Senin, 15 Mei 2017 |17:00 WIB
Perdebatan Pengembalian Sendi
Kehidupan di Desa Sendi, "Desa yang Hilang" di Mojokerto (foto: Zen Arivin/Okezone)
A
A
A

PENGHUNI Kawasan Sendi tampaknya harus terus menerima kenyataan pahit belum diakuinya wilayah tersebut menjadi sebuah desa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Jawa Timur. Sebab, saat ini Pemkab Mojokerto, masih tak satu suara untuk mengembalikan Kawasan Sendi menjadi sebuah desa.

Ketidaksamaan persepsi itu terjadi antara bupati Mojokerto, Mustofa Kemal Pasha (MKP) dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Adi Sepdianto. Menurut MKP, Kawasan Sendi dahulunya memang sebuah desa yang masuk wilayah Kabupaten Mojokerto.

"Sendi zaman Majapahit sebuah desa, makamnya ada, fasilitasnya ada, peninggalannya ada. Ketika penjajahan Belanda, karena banyak ditembaki sehingga penduduknya kabur," kata Mustofa usai upacara hari jadi Kabupaten Mojokerto ke 724 di kantor Pemkab Mojokerto, beberapa waktu lalu.

(foto: Zen Arivin/Okezone)

MKP tak menampik, jika saat ini status Kawasan Sendi masih belum jelas. Namun, menurutnya, Kawasan Sendi saat ini tengah menjadi atensi pemerintah pusat. Dan Pemkab Mojokerto sendiri diminta untuk mempersiapkan Sendi untuk dijadikan sebuah desa adat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement