Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejak Kemerdekaan, Tak Ada Lagi Pembangunan di "Desa Hilang" Sendi

Zen Arivin , Jurnalis-Jum'at, 12 Mei 2017 |16:36 WIB
Sejak Kemerdekaan, Tak Ada Lagi Pembangunan di
Kawasan Desa Sendi, Desa yang "Hilang" di Mojokerto (foto: Zen Arivin/Okezone)
A
A
A

HILANGNYA nama Desa Sendi, dari peta pendataan pemerintah Indonesia pasca-kemerdekaan, membuat wilayah ini tak bertuan. Kendati memiliki potensi yang cukup besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto, namun nyatanya belum ada upaya untuk mengembalikan Sendi menjadi sebuah desa.

Padahal, sejak tahun 1999, banyak warga yang mengaku sebagai keturunan eks warga Desa Sendi yang tinggal dan menetap di tempat itu. Hingga saat ini, sebanyak 67 Kepala Keluarga (KK) tinggal dan membangun perekonomian di wilayah itu. Namun, mininya sarana dan prasarana, membuat potensi yang ada belum tergarap maksimal.

(foto: Zen Arivin/Okezone)

"Sejak 1945 sampai hari ini tidak pernah pembangunan yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto. Mulai dari listrik, jalan desa, hingga sarana publik tidak ada. Kalau toh ada, ini semua hasil swadaya masyarakat," kata tokoh masyarakat Sendi, Supriadi (52).

Sejak tahun 1990, ia dan segelintir warga kala itu mulai membangun Kawasan Sendi dengan uang yang diambil dari kantong masing-masing. Mulai pembangunan PLTA mini serta TPQ yang menjadi sarana belajar agama bagi anak-anak di Kawasan Sendi.

"Kita dua kali membangun PLTA mini tahun 2003 dan 2008. Awalnya bisa mengaliri listrik untuk 14 rumah. Tapi karena tidak ada panelnya, akhirnya bola lampu itu terbakar semua. Televisi juga banyak yang rusak, akhirnya dimatikan lagi," imbuhnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement